Tata Cara Sholat Gerhana – Ustadz Abdullah Zaen, MA


Kebanyakan ulama mengatakan shalat gerhana itu Hukumnya Sunnah Muakkaddah, alias sunnah tapi yang sangat ditekankan. Namun kebanyakan ulama memandang bahwa Shalat gerhana ini hukumnya Sunnah Muakkaddah, dalilnya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim yaitu hadits yang berisi perintah Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam beliau bersabda,

“Seandainya kalian menyaksikan gerhana,maka hendaknya kalian berdoa kepada Allah dan bertakbirlah dan shalatlah dan bersedekahlah”

Biasanya kalau orang mau shalat itu ada adzan dan ada qomat, untuk shalat gerhana tidak ada adzan dan tidak ada qomat. Yang ada tuntunannya adalah mengucapkan Ash shaalatu Jaami’ah ‘Shalat berjamaah sudah siap untuk ditunaikan’. Dan makmum tidak perlu menjawab apa-apa.

Shalat gerhana dua rakaat, perbedaan dengan shalat-shalat biasa terdapat dalam jumlah ruku dan sujud. Dalam shalat biasa satu rakaat satu ruku dua sujud sedangkan shalat gerhana yang membedakannya jumlah rukunya. Dalam shalat gerhana jumlah rukunya dua dalam satu rakaat. Berarti dalam satu shalat gerhana terdapat empat ruku dan empat sujud.

Rakaat pertama kapan rukunya?
setelah membaca suratan. Setelah ruku kemudian i’tidal, nah setelah i’tidal imam baca suratan lagi. Suratan yang dibaca panjang-panjang, kemudian ruku lagi, rukunya panjang sekali.