Tafsir Surat Al-Buruj (Bagian ke-1) – (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)


Mari simak kembali video ceramah seri Tafsir Juz ‘Amma, di mana sebelumnya telah kita selesaikan Tafsir Surat Al-A’la (Bagian ke-3) dan Surat Ath-Thariq. Kemudian pada ceramah yang berlangsung live di Masjid Al-Barkah pada Selasa malam, 18 Dzulqa’dah 1436 / 1 September 2015, ba’da Maghrib hingga Isya’, Ustadz Abu Yahya Badrusalam melanjutkan kepada “Tafsir Surat Al-Buruj (Bagian ke-1)”. Silakan simak kajian tafsir sekaligus uraian Kisah Ashhabul Ukhdud yang terdapat di dalamnya.

NB: Mohon maaf, pada ceramah ini memang tidak ada sesi tanya-jawab.

NB: Mohon maaf, tidak ada rekaman dari “Tafsir Surat Al-Buruj (Bagian ke-2)” dikarenakan adanya gangguan teknis (qaddarallah).

Tafsir Surat Al-Buruj (Bagian ke-1)
Allah Ta’ala berfirman:

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُ‌وجِ ﴿البروج : ١﴾
“Demi langit yang mempunyai al-buruj.” (QS Al-Buruj [85]: 1)

Al-Buruj (البروج) itu jama’ dari burj (برج), artinya manazil (منازل). Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata ketika menafsirkan ayat ini, menurut Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Adh-Dhahhak, Al-Hasan, Qatadah, serta Imam As-Suddi, yang dimaksud dengan al-buruj yaitu an-nujum (النجوم), bintang-bintang. Berkata Yahya bin Rafi’, al-buruj adalah qushurun fis sama’ (قصور في السماء), istana-istana di langit. Sementara Ibnu Jarir memilih bahwa yang dimaksud dengan al-buruj:

منازل الشمس والقمر وهي اثنا عشر برجا تسير الشمس في كل واحد منها شهرا ويسير القمر في كل واحد يومين وثلثا فذلك ثمانية وعشرون منزلة
“Yaitu tempat-tempat matahari dan bulan, di mana matahari dan bulan itu ada 12 burj (tempat); di mana di setiap burj-nya, matahari berjalan selama sebulan, sementara bulan berjalan pada setiap 2 2/3 hari. Dan itu jumlahnya ada 28 manzilah.”

Ini yang ditafsirkan oleh Imam Ibnu Jarir dan condong kepadanya juga Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di di dalam kitab beliau, Taisirul Karimir Rahman, di mana beliau berkata:

ذَاتِ الْبُرُوجِ أي: المنازل المشتملة على منازل الشمس والقمر، والكواكب المنتظمة في سيرها، على أكمل ترتيب ونظام دال على كمال قدرة الله تعالى ورحمته، وسعة علمه وحكمته.
“ذَاتِ الْبُرُ‌وجِ” yaitu manzilah-manzilah yang mencakup padanya manzilah matahari dan bulan, di mana bintang-bintang yang begitu teratur berjalan pada porosnya, demikian pula bagaimana segala sesuatu yang ada di langit berjalan begitu rapinya tanpa bertabrakan satu sama lainnya. Itu menunjukkan akan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, rahmatNya yang sangat luas, ilmu, dan hikmahNya.”

Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala sering kali bersumpah dengan langit. Dalam Surat Asy-Syams misalnya:

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا ﴿الشمس : ١﴾
“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari.” (QS Asy-Syams [91]: 1)

Simak video ceramah yang menguraikan tentang Tafsir Surat Al-Buruj sekaligus terdapat di dalamnya Kisah Ashhabul Ukhdud yang penuh hikmah dan faedah.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=16507
Rodja.TV: http://rodja.tv/1382