Tabligh Akbar : HIDUP DI DUNIA HANYA SEBENTAR l Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.


sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan agama ini, memberikan kemashlahatan kepada manusia. Allah mengutus para rasul, menurunkan kitab-kitab suci untuk menolak mudharat dari kehidupan mereka. Karena Allah mensifati dirinya dengan Maha kasih sayang, berarti syariatnya penuh dengan kasih sayang, perintah dan larangannya pun penuh dengan kasih sayang, dan semua takdir dan ketentuannya juga penuh dengan kasih sayang. Di dalam hadits qudsi, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي
“Sesungguhnya rahmat dan kasih sayangku, mendahului kemurkaanku.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Ummatal Islam, di antara kasih sayang yang Allah berikan kepada kita yaitu dengan dijadikannya untuk kita para rasul, dan diturunkan kepada kita kitab-kitab yang mana dengannya kita bisa masuk ke dalam surga. Dan Allah mengingatkan tentang hakikat kehidupan dunia di dalam firmannya:
أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرّاً ثُمَّ يَكُونُ حُطَاماً وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak. Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS Al-Hadid [57]: 20)

Di dalam ayat ini Allah mengingatkan kita bahwa kita hidup di dunia ini tidaklah lama dan bahwasanya dunia itu akan hancur. Semua yang ada di dalamnya akan hancur. Maka dari itu Al-Qur’an memberikan kepada kita kebahagiaan agar manusia bisa bahagia baik itu di dunia maupun di akhirat. Orang yang berakal dan berfikir tentang hakikat kehidupannya di dunia niscaya akan bersiap-siap untuk menuju kematiannya tersebut. Tetapi orang yang tidak menggunakan akal pikirannya, maka niscaya ia akan tertipu dengan kesenangan dan gemerlapnya dunia, ia disibukkan untuk mengejar dunia. Hingga ketika ajal menjemputnya, ia tidak siap, dan yang ada hanya penyesalan. Karena kematian itu tidak bisa dimundurkan.
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/