Cara Memulai Bisnis Tanpa Modal – Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA


Cuplikan kajian di Masjid Al-Bakrie, Rasuna Said – Jakarta Selatan.

Kajian dengan tema “Konsultasi Harta Haram” bersama Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA.

Sumber video: JakartaMengaji
https://www.youtube.com/channel/UCE1GM8_QKuXupvp5T4uIqqg

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Memulai bisnis atau usaha tanpa modal adalah hal yang muskil. Alias tidak mungkin. Semua bisnis tetap membutuhkan modal. Entah itu berupa uang, aset yang Anda miliki saat ini, skill, ilmu, atau kesempurnaan akal dan fisik Anda.

Semua bisa diartikan sebagai modal. Namun, bila Anda selalu mengkonotasikan modal dalam bentuk uang, banyak orang menilai hal itu salah.

Mengapa? Allah Yang Maha Pemurah, telah mengkaruniakan kesempurnaan akal dan fisik bagi Anda. Sebetulnya dengan akal dan fisik itu, telah lebih dari cukup untuk dijadikan modal dalam memulai sebuah bisnis. Sayangnya, selama ini mindset kita terkungkung pada pengertian bahwa modal sama dengan uang. Tidak salah memang, hanya saja bila pada satu titik Anda berposisi sebagai orang yang tak punya cukup uang, tapi semangat Anda untuk berbisnis tinggi. Apa yang Anda lakukan? Belum lagi bila Anda ‘tertekan’ oleh kebutuhan yang kian menggunung. Sekali lagi, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan tega memberi nafkah keluarga dengan cara-cara culas, kotor dan yang diharamkan Allah? Na’udzubillahimindzalik.

Harus diakui banyak keterbatasan dalam memulai bisnis. Dan hal itu adalah lumrah. Tapi bukan berarti menjadi penghalang bagi orang untuk melangkah dalam dunia bisnis. Bagaimana mungkin jika Anda tidak memiliki kesemua itu, kemudian menginginkan sukses dalam berbisnis?

Sekali lagi, cobalah untuk berpikir secara lebih bijak bahwa modal tidaklah identik dengan uang. Ada sekian banyak potensi dalam diri Anda yang bisa dimanfaatkan untuk memulai bisnis. Karenanya, inventarisir potensi Anda lalu berdayakan secara maksimal.

Anda memiliki ketrampilan berkomunikasi dengan baik dan pergaulan yang luas pun sebenarnya cukup dijadikan modal. Tak perlu keluar uang. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, Anda bisa memanfaatkan kelebihan Anda tersebut dijalur bisnis jasa. Keahlian komunikasi Anda bisa menjadi pintu masuk bagi rejeki. Dan beragam jenis bisnis ini. Mulai dari konsultan, guide, hingga makelar. Tentu, kesemua itu mesti disinergikan dengan ilmu. Dan ujungnya tetap bergantung kepada kemauan Anda. Tindakan Anda adalah bentuk eksekusi atas ide-ide besar dan kemauan Anda tersebut.

Jangan berfikiran semua orang yang memiliki kekuatan finansial bisa memanfaatkan uangnya untuk berbisnis. Justru tak jarang di antara mereka menyerahkan orang lain untuk ‘memainkan’ uangnya. Nah, ini pun juga menjadi kesempatan emas bagi Anda untuk mengambil peran. Yakni, menjadikan mereka sebagai investor untuk bisnis tertentu. Atau disaat yang sama Anda juga bisa menghadirkan pihak lain yang memiliki kemampuan beda. Pertemukan mereka dalam kongsi bisnis yang saling menguntungkan. Bila perlu libatkan diri Anda lebih dalam dari bisnis yang mereka garap. Ya, kesemuanya itu bermula dari skill Anda berkomunikasi, mudah bergaul dan terbuka. Nah, apakah itu membutuhkan modal banyak?

Itu belum seberapa. Masih banyak anugrah Allah yang Anda miliki yang bisa dimanfaatkan untuk mendulang rejeki. Contoh lain, Anda akan dapat dengan mudah mendapatkan uang dengan hanya memanfaatkan kecerdasan, kejelian dan kreativitas Anda. Yakni, dengan menjual ide-ide besar bagi orang lain. Meski dalam tataran konsep, tidak jarang orang-orang akan terbantu dengan ide Anda. Bisa jadi ide-ide Anda menjadi pemecah kebuntuan yang terjadi di perusahaan. Atau malah menjadi penyumbang bagi sebuah ‘lompatan’ untuk perusahaan agar lebih maju. Yakinlah, kemungkinankemungkinan itu pasti ada.

Karenanya, gali lebih dalam potensi yang Anda miliki. Siapa tahu, potensi terpendam itu akan muncul. Dan akan ‘meledak’ menjadi serpihan rejeki yang berlimpah. Tiba saatnya Anda fokus dengan diri Anda sendiri. Bila perlu sejenak ‘tulikan’ telingan Anda terhadap pembicaraan orang kebanyakan. Bahwa modal sama dengan uang. Sebenarnya, cukuplah kita mengandalkan potensi, anugrah yang Allah berikan kepada kita. Hanya saja semua berpulang kepada sikap dan kemauan Anda. Allah telah sediakan semuanya. Kini tinggal kita, Anda, manusia ini yang menindaklanjutinya. Bersyukur lalu mengamalkannya atau malah kufur lantas dimanfaatkan untuk hal-hal yang dilarang Allah.

Pun demikian, ada suatu catatan menarik bahwa untuk menjadi seorang wirausahawan, harus menandai diri dengan langkah yang bermodal seadanya. Seorang wirausahawan tidak akan tergantung sama sekali dengan modal (baca: uang). Ada atau tidak ada modal, maka seorang wirausahawan akan tetap menggunakan potensi dalam dirinya untuk berbisnis. Wirausahawan harus bisa menggali modal dari mana saja, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sumber artikel: pengusahamuslim.com