Menabung 25 Tahun, Penjual Nasi Menir Akhirnya Bisa Pergi Haji – Liputan6 Petang


Suami istri penjual nasi menir dari Cirebon, Jawa Barat, akhirnya bisa berangkat haji setelah menabung selama hampir 25 tahun. Uang hasil penjualan nasi sisa gilingan padi, mereka sisihkan sedikit demi sedikit hingga mampu mengantarkan pasangan ini ke Tanah Suci.

Seperti ditayangkan Liputan6 Petang SCTV, Senin (14/08/2017), Saniah, warga Desa Lemahtamba, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengawali hari dengan memilah beras menir atau beras pecahan yang dikumpulkan dari sisa gilingan padi. Setelah bersih, beras kemudian dimasak menjadi nasi menir dan dijual.

Pekerjaan ini sudah dilakoni saniah dan Aridi, suaminya, sejak 25 tahun silam. Selama itu pula, sedikit demi sedikit pasangan suami istri ini menyisihkan uang hasil jualan nasi menir untuk bekal pergi haji. Akhirnya mereka mendaftar di tahun 2011 dan setelah menunggu 6 tahun, 18 Agustus mendatang, pasutri ini akan berangkat sebagai jemaah calon haji.

Raut bahagia bercampur haru, tergambar pada wajah pasangan ini. Siapa sangka nasi menir yang dipandang sebelah mata dan kerap dibuang karena sisa menjadi sesuatu yang bisa mengantarkan mereka ke Tanah Suci.